Audisi Aksi Bersama Indosiar

Audisi Aksi Bersama Indosiar

Menjelang bulan Rama dhan, salah satu stasiun  televisi nasional, Indosiar  mengadakan audisi AKSI  (Akademi Sahur Indonesia)  di beberapa tempat.  AKSI adalah ajang kompeti si bagi para da’i dan da’iah  di seluruh Indonesia.  

Audisi AKSI dilaksanakan  sebagai upaya untuk menyeleksi  calon da’i dan da’iah yang akan  mengikuti AKSI, tayang selama  bulan Ramadhan mendatang.  Di Madura sendiri, audisi tidak  hanya dilaksanakan di STAIN  Pamekasan, melainkan juga  dilaksanakan di kampus putih  Al-Amien Prenduan Sumenep.  

Audisi di STAIN Pamekasan  merupakan audisi regional yang  nantinya akan dilanjutkan pada  tingkat nasional. Dari seluruh  tempat audisi di Indonesia,  yang akan lolos audisi regional  hanyalah 40 orang. Kemudian  akan dikerucutkan lagi menjadi  30 orang peserta yang nantinya  akan tampil dalam perhelatan  AKSI selama bulan Ramadhan di  Indosiar. Para finalis yang telah  tersaring akan memperebutkan  juara I, II, dan III. Untuk Juara  I akan mendapatkan hadiah  sebesar Rp.100 Juta, juara II Rp.  50 Juta dan juara III Rp. 25 Juta.  Tidak hanya itu, untuk juara I,  II dan III nantinya akan menda patkan hadiah umroh ke Tanah  Suci Mekah. 

Audisi AKSI di STAIN Pame kasan terselenggara diawali oleh  tawaran pihak Indosiar kepada  kampus untuk menyeleng garakan kegiatan. Kemudian  pihak kampus memberi mandat  kepada Unit Kegiatan Mahasiswa  Ikatan Qari’ dan Dakwah (UKM  IQDA) untuk mempersiapkan  segala hal terkait audisi. Selaku  oraganisasi kemahasiswaan yang  bergerak dalam bidang dakwah,  IQDA menyanggupinya.  

Audisi di STAIN Pamekasan  bertempat di Gedung Multicentre lantai 2 (28/4). Sebanyak 26  peserta mengkuti proses audisi  selama satu hari. Tidak hanya  dari kalangan mahasiswa, peserta  yang mendaftar juga ada yang  masih berstatus sebagai siswa  SMA. Tiap peserta mendapatkan  jatah 3 menit untuk menunjukkan  kebolehannya dalam berdakwah.  Da’i-dai muda pun unjuk kebole han di depan para dewan juri yang  berasal dari Indosiar. Seringkali  senyum terukir di wajah para  peserta yang melihat temannya  tampil di pentas. Namun juga tak  jarang semua peserta dan penon ton diam karena takjub melihat  penampilan peserta audisi.  

Salah satu peserta audisi yang  merupakan mahasiswa semester  2, Bambang, merasa kurang op timis dan gugup saat menunggu  giliran untuk tampil. Terlebih ia  tampil di depan dewan juri dari  pihak Indosiar dan disaksikan  oleh peserta yang lain. Namun  setelah namanya dipanggil dan  ia maju ke pentas, rasa gugupnya  perlahan hilang. “Setelah maju ke  hadapan para juri dan penonton,  perasaan gugup dan grogi itu  hilang dengan sendirinya,” tutur  Bambang seusai audisi.  

Akhmad Khalid selaku  Ketua UKM IQDA berharap, di  antara peserta audisi akan ada  yang lolos ke babak selan jutnya. Namun apabila tidak  ada, ia tidak merisaukannya,  karena persaingan memang  cukup ketat. Para peserta audi si AKSI akan direkrut oleh UKM  IQDA agar tetap bisa mengem bangkan potensinya di bidang  dakwah. Diharapkan mereka  nantinya bisa mengisi Kuliah  Tujuh Menit (kultum) yang se lalu diadakan tiap hari, seusai  sholat dzuhur berjamaah di  masjid STAIN Pamekasan.  

“Kami ingin merekrut peser ta yang tidak lulus untuk tampil  di Masjid STAIN Pamekasan,  untuk tetap menyiarkan syiar syiar Islam dan menghidupkan  kembali kultum di masjid STAIN  Pamekasan,” ujarnya. 

Atiqullah, Wakil Ketua III  merespon positif atas berlang sungnya kegiatan ini. Menu rutnya audisi seperti ini menjadi  ajang berkompetisi di tingkat  mahasiswa, khususnya di bidang  dakwah. Ia melanjutkan, untuk  meningkatkan minat mahasiswa  dalam bidang dakwah harus  dilakukan secara transformatif,  kreatif dan modern agar lebih  mengena pada jiwa mahasiswa. 

Adapun pihak Indosiar  sendiri merasa sangat senang  menerima sambutan yang baik  dari STAIN Pamekasan. Menurut  Ley, salah satu juri dalam audisi  ini, ada beberapa peserta yang  memiliki karakter tersendiri dan  berbeda dengan penceramah  asli. Namun, ada juga yang  masih malu-malu dan kurang  interaktif. “Untuk menjadi Da’i  yang profesional tidak harus  menjiplak karakter penceramah  aslinya, namun juga harus  mengembangkan potensi diri  dan lebih difokuskan ke dakwah  Islamiyah,” pungkasnya. (SNJ) 


Tulisan ini dimuat di Tabloid WARTA STAIN Pamekasan Edisi 2 (Juli-Desember 2014) dalam rubrik "Kampusiana" saat penulis menjadi reporter di tabloid tersebut.

0 Response to "Audisi Aksi Bersama Indosiar"

Posting Komentar

Apa pendapatmu tentang tulisan ini?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel