Ramadhan Day 14: Penggalangan Dana dan Menggantikan Tugas Polisi

Ramadhan Day 14: Penggalangan Dana dan Menggantikan Tugas Polisi

Sejak subuh hingga siang aku menghabiskan waktu tiduran di kosan teman. Bosan tidur, kegiatan malas-malasan berlanjut dengan nonton film. Menjelang sore aku ingat kalau teman-teman Madura Madani bekerjasama dengan komunitas dan organisasi lain mengadakan aksi penggalangan dana. Menaiki bis mini menuju pertigaan gurem, lalu menunggu cukup lama hingga akhirnya Kholik datang menjemputku dengan motornya.

Kami mampir ke rumah mbak Mala untuk mengambil bendera dan perlengkapan lain. Setibanya di tempat berkumpul, yakni di parkiran masjid Jami’, aku pamit untuk sholat ashar. Dari jauh aku bisa melihat puluhan orang yang membentuk lingkaran, sepertinya sedang melakukan koordinasi untuk penggalangan dana. Kebanyakan dari mereka adalah wajah-wajah yang asing bagiku.

Selesai sholat aku kembali ke parkiran, disana keadaan sudah mulai sepi. Sepertinya semuanya sudah berangkat ke lokasi yang sudah ditentukan. Untung saja teman-teman Madura masih belum berangkat, jadi aku masih bisa nebeng ikut motor teman. Kami semua berpencar di banyak titik. Ada yang di Arek Lancor, di pertigaan sekitar masjid, bahkan sampai pertigaan gurem. Aku dan Andre menempatkan diri di perempatan sebelah barat pasar sore.

Lama-kelamaan aku sadar kalau hanya aku satu-satunya yang berbeda dari kelompok kami. Rata-rata semuanya memakai baju putih dan bawahan hitam. Mereka juga memakai masker dan helm, entah untuk menghindari polusi atau untuk menutupi wajah. Sedangkan aku hanya memakai kemeja pinjaman tanpa apapun yang menutupi wajah.

Karena belum mendapatkan sumbangan sama sekali, akku berinisiatif untuk berkeliling ke penduduk sekitar. Dan entah apa yang terjadi, ternyata aku meninggalkan Andre sendirian dan berpindah ke sisi lain dari perempatan itu. Disana aku bersama dengan Salam. Kasihan Andre sendirian :D Tapi tidak lama, teman-teman yang lain kemudian menghampirinya.

Salam memakai helm dan memegang bendera Palestina. Ia selalu berteriak dan menyerukan kepada pengendara tentang keadaan Palestina. Tak jarang bendera yang ia kibarkan mengenai pengendara motor yang lewat. Sementara aku cukup memegang kardus bertuliskan “Save Gaza” dan menghampiri orang-orang yang mau menyisihkan uangnya untuk saudara jauh kita. Untuk menghilangkan kebosanan aku hidupkan mp3 dan mendengarkan lagu-lagu kesukaanku melalui earphone.

Ada satu pengendara yang aku ingat betul. Dia seorang pria paruh baya yang mengendarai sepeda motor. Demi menyumbang untuk misi kemanusiaan, ia menghentikan motornya dan menepikannya ke pinggir jalan meskipun saat itu lampu sudah hijau. Ia membuka joknya dan mengambil uang disana, lalu memasukkannya ke kardus. Bapak ini rela menyisihkan waktunya demi untuk menyumbang. Meskipun tidak banyak, tapi semoga saja apa yang Bapak ini sumbangkan beserta sumbangan dari semua pengendara dan masyarakat sekitar bisa meringankan beban penduduk Gaza yang sedang diperlakukan semena-mena oleh zionis Israel.

Menjelang waktu berbuka kami berkumpul dan seperti halnya kebanyakan pemuda, mengabadikan momen ini dengan foto bersama. Kemudian berkumpul di depan kantor pos dan menyatukan semua uang sumbangan yang kami dapatkan. Saat adzan berkumandang, kami pun berbuka puasa bersama di halaman kantor pos, lesehan dengan menu nasi bungkus yang sudah disiapkan. Sampai saat berbuka tiba aku tidak mengenal orang-orang yang ada di hadapanku. Meski begitu, kami tetap bersatu padu dalam gerakan kemanusiaan ini. Karena sesungguhnya, tak perlu saling kenal untuk melangkahkan kaki bersama untuk meringankan beban sesama, khususnya untuk membantu saudara kita sesama muslim.

0 Response to "Ramadhan Day 14: Penggalangan Dana dan Menggantikan Tugas Polisi"

Posting Komentar

Apa pendapatmu tentang tulisan ini?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel