OPAK STAIN Pamekasan 2014

OPAK STAIN Pamekasan 2014

Sudah lama aku gak nulis lagi di blog. Mumpung di sebelah lagi ada modem nganggur aku manfaatin aja deh untuk blogging. Aku akan cerita tentang Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPKA) 2014 di STAIN Pamekasan. OPAK itu semacam ospek, Cuma beda nama aja. Untuk tahun ini OPAK agak berbeda dari sebelumnya karena yang menjadi panitia bukan sepenuhnya mahasiswa, dosen juga turut ambil bagian. Mungkin itu karena tahun lalu ada konflik antara mahasiswa dengan salah satu dosen yang mengakibatkan OPAK berhenti di tengah jalan.

Hari pertama aku seperti sedang bernostalgia dengan masa lalu. Melihat maba yang wajahnya masih polos dan ketakutan benar-benar menyenangkan. Lebih menyenagkan lagi saat mengabadikan tiap momen dalam jepretan foto. Auditorium yang biasanya digunakan untuk acara-acara seperti ini masih dalam tahap renovasi, jadi di hari pertama ini maba berkumpul di Islamic Center. Menurutku hari pertama sangat membosankan. Bisa dibilang hari pertama yang menghandle acara adalah dosen. Alhasil acaranya seperti kuliah umum saja. Ada pengenalan kampus, kode etik, prodi dan jurusan, dan lain-lain. Tak ada yang spesial di hari pertama.

Hari kedua nuansanya sudah berubah. Dosen tak terlalu ikut campur. Hampir semua kegiatan dihandle mahasiswa. Hanya satu dosen yang aku lihat benar-benar bekerja, yakni Pak Ghafur. Pak Ghafur dengan tegasnya menindak maba yang terlambat dan melanggar peraturan yang sudah diberikan. Di lapangan sebelah selatan perpustakaan peserta OPAK mengkuti upacara. Kebetulan hari itu adalah tanggal 17 Agustus, sehingga panitia juga mengadakan upacara memperingati hari kemerdekaan.

Matahari yang bersinar terik menjadi ujian tersendiri bagi peserta dan panitia. Satu per satu peserta mulai berjatuhan. Ada yang pingsan, sakit, pusing, bahkan ada juga yang kesurupan. Semua yang jatuh segera dibawa ke dalam perpustakaan. Dari luar aku mendengar ada teriakan. Karena khawatir dan juga penasaran aku masuk ke dalam perpustakaan. Disana wajah mereka yang lemas menyambut kedatanganku. Ada salah satu yang berontak dan sepertinya kesurupan. Karena tidak tau harus berbuat apa, aku hanya membantu memeganginya agar tidak berontak.

Di sebelahku, seorang maba yang aku kenal kemarin juga terbaring lemas. Anehnya saat maba yang aku pegang berteriak, yag lainnya juga ikutan teriak. Saat itu aku tidak begitu mengerti apa yang sebenarnya terjadi, jadi aku tidak melakukan apa-apa.

0 Response to "OPAK STAIN Pamekasan 2014"

Posting Komentar

Apa pendapatmu tentang tulisan ini?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel